Saturday, 14 December 2019

LAPORAN EDUPRENEURSIP KURNIA YUSTINA KE LOUNDRY DONA




LAPORAN OBSERVASI KE LOUNDRY DONA LIMA KAUM, TANAH DATAR


Oleh

KURNIA YUSTINA
NIM 1730102015
   
Semester 5



PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
IAIN BATUSANGKAR
2019


A.    Identitas Usaha
1.      Nama Pemilik  : Lusi Madona
2.      Jenis Usaha     : Loundry
3.      Nama toko      : Loundry Dona
4.      Lokasi Toko    : Lima Kaum, Batusangkar

B.     Tempat dan waktu obervasi
Penulis melakukan wawancara pada hari Kamis 12 Desember 2019 pukul 17.00 WIB. Penulis memilih waktu sore hari karena pada saat itu pemilik mempunyai waktu luang untuk bisa melakukan wawancara. Pada saat wawancara berlangsung pemilik sedang dalam waktu luang dan hanya sedang mengawasi hasil kerjanya hari itu.
Lokasi loundry buk Dona berlokasi di Batusangkar di depan akademi keperawatan Lima Kaum. Menurut pemilik yaitu buk Dona, tempat ini sangat strategis dikarenakan disini merupakan komplek perumahan yang kebanyakan pemilik nya adalah orang-orang kantoran, ada juga yang guru mapun dosen yang tidak memiliki waktu luang untuk menyetrika pakaian rumah tangganya. Menurut buk Dona, kebanyakan pelanggan yang datang untuk menyetrika pakaiannya adalah orang-orang kantoran seperti pegawai Bank, Dosen-dosen, Guru, dan lainnya. Sedangkan mahasiswa bisa dibilang tidak ada, karna memang biasanya mahasiswa lebih memilih loundry yang untuk mencuci bukan untuk setrika.

C.     Awal mula berdirinya Loundry Dona
            Buk dona menuturkan kepada penulis bahwa Loundry Dona awal berdirinya yaitu pada tahun 2016, 3 bulan sebelum bulan puasa. Sedangkan namanya diambil dari nama pemilik toko sendiri yaitu buk Lusi Madona. Sebelumnya toko tempat berdirinya loundry sekarang ialah warung makan yang menyediakan nasi goreng, mie goreng, mie rebus, soto, maupun sup yang buka dari pagi hingga sore hari.
            Buk dona membuka usaha ini dikarenakan pada tahun 2015 kebawah akademi keperawatan di Lima Kaum ini masih ramai sehingga usaha warung makan buk Dona ini lumayan laris oleh mahasiswa-mahasiswa yang kuliah disana. Namun pada awal tahun 2016, jumlah mahasiswa yang kuliah di AKPER  mulai berkurang dan dan tidak ada penambahan mahasiswanya lagi pada saat tahun ajaran baru. Oleh karena itu buk Dona pun mencari alternatif usaha lain untuk tokonya, dan pada saat itu salah satu saudara buk Dona menyarankan untuk membuka Loundry, namun bukan loundry untuk mencuci pakaian melainkan hanya untuk setrikanya saja. Karena menurut buk Dona dan saudara beliau yang menyarankan membuka loundry setrika ini bahwa mencuci baju pelanggan itu memiliki resiko yang besar seperti baju terkena luntur, baju tertukar dengan yang lain, dan sebagainya.

D.    Modal awal pembuatan Loundry Dona
            Awal pembuatan loundry Dona ini Buk Dona menuturkan hanya dengan bermodalkan uang Rp. 450.000,00.- saja. Ini dikarenakan buk Dona sudah memiliki toko dan tidak perlu membuat toko baru yang memerlukan biaya yang banyak. Uang 450.000 ini dipergunakan buk Dona untuk membuat papan nama “Loundry Dona” dan perlengkapan untuk setrika seperti pelicin pakaian, pewangi pakaian, dan lain sebagainya.
            Tetapi, walaupun dimulai dengan modal yang bisa terbilang kecil ini, penghasilan yang didapatkan oleh buk Dona lumayan besar, ini berdasarkan penuturan buk Dona kepada penulis pada Kamis 12/12/19. Buk Dona menuturkan bahwa penghasilan yang didapatkannya perhari jauh lebih besar dibandingkan dengan penghasilannya pada saat membuka warung makan dulu. Ini dikarenakan pada saat membuka warung makan dulu, makanan yang dibuat buk Dona tidak hanya untuk mahasiswa ataupun pelanggannya saja, namun juga untuk anak-anaknya yang sering bolak-balik meminta berbagai macam makanan sehingga tidak jarang buk Dona malah rugi dalam sehari tersebut.

E.     Hasil wawancara
Loundry Dona buka dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Namun jika ada pelanggan yang ingin mengantarkan atau menjemput setrikaan nya pada malam haripun masih diterima oleh buk Dona. Buk Dona menuturkan sebenarnya tidak ada penetapan waktu untuk menentukan buka tutup loundry nya dikarenakan rumah dari pemilik tersebut tepat berada disamping toko loundrynya. Jadi jika ada yang ingin mengantarkan loundrynya pada jam 10 malam pun masih diterima buk Dona.
Loundry yang dikelola oleh buk Dona khusus untuk setrika saja, tidak termasuk mencuci. Dikarenakan pemilik tidak mau mengambil resiko dalam mencuci pakaian seperti pakaian tertukar atau pakaian orang lain terkena luntur dari pakaian yang lain. Karena dari pengalaman buk Dona bahwa loundry-loundry yang lain sering mendapat kritikan karna baju hilang dijemuran, baju terkena luntur, ataupun baju tertukar dengan orang lain.
Dalam menjalani setrika laundry ini, pemilik menuturkan bahwa selama pemilik mengelola ini belum pernah ada keluhan dari pelanggan, dikarenakan pemilik dalam menegerjakan pekerjaan nya selalu memisahkan baju-baju dari pelanggannya, tidak menyatukan baju satu pelanggan dengan pelanggan yang lainnya, sehingga baju-baju tersebut tidak tertukar satu dengan yang lainnya. Begitu juga dengan kebersihan pakaian akan tetap terjaga dikarenakan buk dona tidak mencampurkan baju pelanggan dengan yang lain.
Untuk tarif setrika, buk Dona menetapkan setrikaan seharga 4000/kg kain. Dan biasanya buk Dona bisa menyetrika kain hingga 40 kg perhari jika dikalikan ini bisa mencapai 160.000 atau lebih dalam sehari. Jika bulan puasa dan hari-hari biasa pemilik biasanya menerima orderan setrika hingga 40 kg atau lebih perhari. Namun jika musim hujan, buk Dona biasanya hanya menerima setrikaan paling banyak 25 kg saja.
Dalam menjalankan perkerjaan, buk Dona memiliki satu pegawai yang membantunya dalam setrika loundry ini. Pegawai ini digaji 1.500 per kilogram yang disetrikanya. Jika setrikaan banyak, pegawai ini bisa bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Namun jika setrikaan sedang sedikit, biasanya pegawai nya bisa pulang lebih siang atau sebelum ashar. Pada saat penulis wawancara ke loundry buk Dona ini pada saat itu pukul 17.00, pegawai buk Dona sudah pulang dikarenakan hari itu ialah hari pasar di Batusangkar, jadi buk Dona memperbolehkan pegawainya pulang lebih cepat agar pegawainya bisa pergi belanja ke pasar terlebih dahulu.
Setiap harinya, buk Dona memasakkan sambal untuk pegawainya untuk dibawa pulang, sehingga pegawai tersebut tidak perlu masak sambal lagi setibanya dirumah, untuk makan siang buk Dona juga memberikan makan siang kepada pegawainya.
Dari hasil wawancara ini penulis juga menanyakan kepada pemilik apakah ada niat untuk membuka loundry cucian ataupun membuka warung makan kembali, namun pemilik mengatakan tidak. Dikarenakan pemilik kini sudah berada di zona nyamannya dalam bekerja, dan untuk itu saat ini hanya menjalankan loundry setrikaan saja terlebih dahulu.


F.      Dokumentasi






No comments:

Post a Comment